Dinas Pariwisata Padang Bangun Destinasi Wisata Budaya

Dinas Pariwisata Padang Bangun Destinasi Wisata Budaya

Dinas Pariwisata Kota Padang berupaya membangun distinasi wisata seni dan budaya Minangkabau yang berdaya saing. Selama tahun 2015, berbagai kegiatan seni dan budaya digelar untuk memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan ranah Minang.
Kepala Bagian Seni dan Budaya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Padang, Rusdaly Damsir menjelaskan seluruh program yang berkaitan dengan seni dan budaya sudah dilaksanakan selama tahun 2015. Diantara program tersebut, kata Rusdaly, dua program yang menjadi prioritas yaitu Festival Siti Nurbaya dan Promosi Budaya.
"Salah satu agenda utama Festival Siti Nurbaya yaitu Selaju Sampan. Dipilihnya Selaju Sampan karena, sampan atau dayung merupakan tradisi nenek moyang yang harus dilestarikan," kata Lilydd Damsir sapaan akrab Rusdaly.
Festival Siti Nurbaya tahun ini dipustakan di sepanjang kawasan Muaro Padang. Menurut Lilydd, dipilihnya Muaro sebagai pusat kegiatan tidak lain dengan maksud memperlihatkan sisi lain Kota Padang yakni kawasan Kota Tua. Sejarah Kota Padang tidak bisa dipisahkan dengan Muaro sebagai salah satu pelabuhan terbesar di pantai barat Sumatera pada zaman kolonial Belanda.
"Terkait promosi budaya, Dinas Pariwisata menggandeng anak-anak muda dalam pelestarian budaya Minang. Bersinergi dengan tokoh-tokoh adat, Dinas Pariwisata membangun pembinaan anak nagari. "Agar generasi muda tidak kehilangan seni dan budaya mereka, kita mengajak anak-anak muda untuk mempromosikan kebudayaan tersebut," tegas Lilydd.
Langkah ini, terangnya, cukup efektif, sebab selain ikut mempromosikan, anak-anak muda ini juga mengenal budaya sendiri. Program pembinaan anak nagari terhadap seni dan budaya akan menjadi agenda tahunan Dinas Pariwisata Kota Padang ke depan.