Wako Hendri Septa dan Ketua TP-PKK Ikuti Festival Memasak Rendang Sedunia Bersama Ibu Negara

Diposting : Agt 24, 2021 / 135 kali dibuka

Wako Hendri Septa dan Ketua TP-PKK Ikuti Festival Memasak Rendang Sedunia Bersama Ibu Negara
Wako Hendri Septa dan Ketua TP-PKK Ikuti Festival Memasak Rendang Sedunia Bersama Ibu Negara

Wali Kota Padang Hendri Septa beserta Ketua TP-PKK Kota Padang Ny. Genny Hendri Septa ikut hadir mengikuti Festival Memasak Rendang Sedunia yang dilangsungkan di Mako Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) II Padang, Sabtu (21/8/2021) pagi.Seperti diketahui, tak tanggung-tanggung, acara festival memasak makanan terlezat di dunia khas Ranah Minang itu, juga melibatkan pemasak rendang dari sejumlah negara (lima benua) dalam rangka pencatatan rendang sebagai warisan budaya dunia dari Sumatera Barat (Sumbar) dan Indonesia.

Kegiatan ini pun diselenggarakan oleh jajaran Lantamal II Padang yang didukung sejumlah pihak termasuk Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Jokowi). Istri Presiden RI tersebut mengikuti festival tersebut dari Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat. Selain itu juga diikuti Ketua Harian Dekranas Pusat Tri Tito Karnavian, Ketua Umum DWP Erni Cahyo Kumolo serta unsur penting lainnya termasuk sejumlah tokoh perantau Minang Diaspora di berbagai negara di dunia.

Adapun di dalam acara yang dilangsungkan di Mako Lantamal II Padang, hadir Gubernur Sumbar Mahyeldi bersama Ketua TP-PKK Provinsi Sumbar Ny. Harneli, Wagub Sumbar Audy Joinaldy, Kapolda Sumbar, Danrem 032/WBR dan Danlantamal II Padang. Selanjutnya Danlanud Sutan Sjahrir dan beberapa kepala OPD di lingkup Pemprov Sumbar serta stakeholder terkait lainnya. Masing-masing pejabat terkait pun sudah dipersiapkan sebuah kuali besar untuk sama-sama memasak rendang lengkap dengan bahan dasar berupa daging disertai santan kelapa dan campuran dari berbagai bumbu khas yang dihaluskan tersebut. "Alhamdulillah, atas nama Pemerintah Kota Padang kita sangat menyambut baik digelarnya festival akbar yakni memasak rendang sedunia ini. Kegiatan ini sangat luar biasa dan merupakan momentum yang tepat di saat ini. Yaitu bagaimana kita harus mengapresiasi rendang sebagai sebuah hasil masakan tradisi yang ada di Sumatera Barat. Dan ini tentu harus senantiasa kita warisi dan kembangkan," sebut Wako Hendri sewaktu ditemui wartawan usai kegiatan.

Wako Padang itu pun juga mengaku menyambut baik rendang tidak saja berbicara tentang makanan, namun juga berpengaruh dalam hal persatuan dan kesatuan. "Karena rendang kita bisa bersatu, seperti terlihat dalam festival memasak rendang sedunia kali ini. Pesertanya mencapai tiga ribu lebih partisipan. Tidak saja yang ada di Tanah Air namun juga yang tengah berada di berbagai negara di dunia. Kegiatan ini telah mempersatukan kita satu sama lainnya," cetusnya.

Lebih lanjut orang nomor satu di Kota Padang itu berharap agar eksistensi rendang terus mendunia sebagai salah satu makanan yang dapat menggerakkan ekonomi. "Saat ini ekonomi bangsa telah diporak-porandakan oleh pandemi Covid-19. Semoga momentum festival memasak rendang sedunia ini dapat memicu kebangkitan ekonomi kita, terutama dalam hal ekspor rendang ke berbagai negara di dunia," imbuhnya.

Terakhir, wali kota muda tersebut juga menuturkan upaya yang telah dan tengah dilakukan pihaknya dalam mengembangkan produksi rendang di Padang saat ini. "Alhamdulillah, salah satu upaya kita saat ini yaitu tengah membangun Sentra Rendang Kota Padang yang berlokasi di kawasan Lubuk Buaya, Kelurahan Lubuk Buaya atau tepatnya belakang Kantor Camat Koto Tangah. Pengerjaannya sudah berjalan 26 persen, insya Allah selesai pembangunannya di akhir 2021," bebernya. "Banyak manfaat dengan hadirnya Sentra Rendang tersebut. Dimana di sana kita juga akan mengadakan pendidikan dan pelatihan cara memasak rendang di samping memasarkan rendang ke pembeli atau wisatawan yang datang ke Kota Padang. Sehingga akan menjadi 'tourism attraction' atau ikon baru di sektor pariwisata dan perdagangan di Sumbar dan Kota Padang khusunya. Ini adalah bentuk perhatian kita terhadap pengembangan kuliner bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) yang ada di kota yang kita cintai ini," pungkas wako mengakhiri.

Sementara itu dalam sambutannya yang didengarkan secara virtual, Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengungkapkan harapnnya agar rendang dapat diakui Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai warisan budaya dunia. Tidak hanya itu, ia juga ingin rendang mendapatkan tempat di hati dan dicintai masyarakat dunia. Menurutnya, dengan memasak rendang serentaj secara virtual kali ini diharapkan dapat menunjukkan kekayaan kuliner Indonesia kepada dunia. Begitu pun meyakinkan dunia bahwa rendang layak dicintai. “Melalui memasak rendang bersama ini, kita tunjukkan kepada dunia akan kekayaan kuliner Indonesia. Kita yakinkan kepada dunia bahwa rendang layak dicintai dan diakui oleh UNESCO dan dunia,” kata Iriana. Seperti diketahui Iriana menerangkan, sejak tahun 2011 rendang sudah dinobatkan sebagai hidangan terlezat dalam daftar 50 hidangan di dunia oleh CNN Internasional. Lalu pada tahun 2013, Rendang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda Indonesia oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Rendang juga menempati posisi ke-11 sebagai makanan terenak di dunia pada 2011 dan 2021 versi CNN Travel. Tetapi itu semua belum cukup, tegas Iriana. Karena pemerintah menargetkan rendang bisa dinobatkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari Indonesia oleh UNESCO. Sehingga semakin membuka peluang bagi kuliner rendang tersaji atau dihidangkan di berbagai tempat di dunia. “Mari dukung dan sukseskan, kita gaungkan Randang sebagai masakan terlezat dunia di seluruh Nusantara. Kita ingin rendang tersaji dan dicintai di dunia. Selamat memasak,” tukas Iriana Jokowi.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi menyambut baik dan mengapresiasi atas inisiasi Lantamal II Padang yang menyelenggarakan kegiatan memasak rendang serentak di seluruh dunia tersebut. “Ini merupakan momentum penting yang perlu kita catat, karena pertama kali dilaksanakan yang mengangkat warisan budaya dari Sumatera Barat dengan melibatkan masyarakat dunia,” kata Mahyeldi.

Admin :

Pariwisata Padang

Lihat Profil

Apa Reaksi Anda ?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0